
Penuh kontroversi
Dari awal soft opening yang stadionnya belum kelar, sudah diresmikan, karena masa kepemimpinan Walkot waktu itu sudah mau berakhir, tapi pengerjaan stadion masih belum selesai sesuai agenda. Mungkin alasannya biar diresmikan & ditandatangani oleh pak Walikota saat itu.
Saat peresmian itu, ada banyak pertanyaan, bukannya atap stadion ini menutupi semua tribun, tapi yang duduk di area depan masih terkena air hujan? Kebetulan saat peresmian itu cuaca sedang gerimis.
Pemilihan nama untuk stadion ini pernah disayembarakan. Selain GBLA, ada usulan langsung dari pak walikota saat itu, yaitu nama Gelora Rosada, alasannya nama Rosada termasuk kedalam Asmaul Husna, katanya.
Saya sendiri pernah mencoba mengajukan nama Gelora Moch. Toha, alasannya nama Moch. Toha tidak begitu dikenal, jika seseorang mencari tau siapa itu beliau, maka dengan sendirinya akan berkaitan dengan peristiwa Bandung Lautan Api.
Stadion yang dibangun dengan uang rakyat seharga 500 M lebih ini ternyata disusupi program korupsi.
Persib sempat dibolehkan memakai, kemudian dilarang karena adanya retakan dibeberapa sudut bangunan katanya. Kalau pembangunan yang dibarengi korup itu memang seperti itu bisanya. Teringat salah satu stadion di Jawa Barat yang diduga ada keterkaitan korupsi, stadion itu ambruk. Karena yang bajanya harus yang bagus dan mahal, ini dipangkas menjadi baja yang kualitasnya dibawah standar. Contohnya seperti itu.
Hancurnya rumput stadion sesudah perhelatan PON Jabar. Karena saat itu, semua area lapangan ditutupi alas untuk mementaskan pertunjukan pembukaan PON. Kalau tidak salah, hal itu dibiarkan hingga penutupan acara, Sehingga rumput menjadi menguning.
Menjadi saksi adanya korban jiwa ketika suporter nekad dari Jak Mania ketahuan menyelinap ke stadion.
Harapannya, semoga stadion ini menjadi berkah dan bisa digunakan lagi untuk peruntukannya. Tidak mubazir, bisa dirawat dengan baik dan bisa mengangkat perekonomian warga setempat.