Bandoeng Tempo Doloe

Seperti apa wajah kawasan yang sekarang dikenal sebagai Bandung pada empat abad silam? Berapa jumlah penduduk Bandoeng baheula? Menurut Haryoto Kunto (Wajah Bandoeng Tempo Doeloe), jumlah penduduk Bandung pada 1641 antara 25-30 keluarga. Itu sebenarnya data Juliaen de Silva. Haryoto menduga, Juliaen adalah bule pertama yang keluyuran di Bandung. Waktu itu, Bandung masih lebih kecil dari dusun. Akses dari Batavia baru terbuka setelah Daendels membuat Jalan Raya Pos (Grote Postweg). Daendels adalah gubernur jenderal Hindia Belanda yang berkuasa dari 1808-1811. Kendati sudah ada jalan yang bisa dilewati kereta kuda, Bandoeng baheula masih terbilang sepi. Tahun 1852, Bandung sudah lebih besar daripada dusun. Dalam disertasinya, Sobana A. Hardjasaputra (Perubahan Sosial di Bandung 1810-1906) menyebut, luas Bandung saat itu kurang dari 5 km2. Charles Walter Kinloch, warga Bengal, Inggris, yang datang ke Bandung tahun 1852 menyebut, hampir seluruh desa Bandung ditanami kopi. Batas antara kebun kopi adalah rumpun kembang sepatu yang dipangkas rapi. Untuk melihat desa Bandung, orang harus naik bukit dulu. Baru dari ketinggian terlihat “desa yang dikelilingi kebun kopi dan rimbun oleh tanaman perdu” (De Zieke Reizeger; Or Rambles in Java and the Straits in 1852). AYO BACA : Inilah Asal Kata dan Kota Bandung Berburu Rusa Zaman Bandoeng Baheula Badak, rusa, dan hewan liar masih berkeliaran dalam jarak 15 kilometer dari Bandoeng baheula. Satu perburuan yang berlangsung dari pukul 08.00-12.00 pada 1858, berhasil membunuh 49 ekor rusa. Rusanya juga bukan sembarangan. Ukurannya setara dengan rusa Skotlandia berbulu merah. Kalau sedang musim berburu September-Oktober, kata James William Bayley Money (Java, or How to Manage a Colony), hasil buruan rusa bisa ratusan dalam sehari. Rakyat umumnya, kata Money, terlihat hidup bahagia dan berkecukupan. Tak ada pengemis. “Pengemis, apakah karena alasan keagamaan atau kebutuhan, pastilah sangat langka, kami tak melihat seorang pun pengemis selama kami tinggal di pulau ini,” tulis Money. Bandoeng Baheula Berkembang Pesat AYO BACA : Bandung Tempo Doeloe: Seabrek Cagar Budaya yang Bernilai Tinggi Perkembangan pesat Bandoeng Baheula dimulai setelah ibu kota Keresidenan Priangan dipindahkan dari Cianjur ke Bandung pada 1864. Hingga awal abad ke-20, Bandung sudah dipasarkan di luar negeri lewat buku wisata. Destinasi yang ditawarkan biasanya pemandangan alam hutan, gunung, sawah, dan perkebunan yang elok. Tentu saja termasuk hotelnya. Buku Guide Through Netherlands India yang terbit tahun 1911 misalnya, merekomendasikan tempat menginap di Hotel Homann, Thiem, Wilhelmina, dan Phoenix. Tempat wisata yang direkomendasikan adalah pemandian ”Tjiampelas”, ”Tjoeroek-Dago”, (Curug) ”Penganten”, (Kawah) ”Patoeha”, ”Kawah Tji Widej”, ”Kawah Poetih”, dan ”Telaga Patengan”. Satu demi satu kantor dan toko dibuka di sepanjang Jalan Raya Pos dan Jalan Braga. Diresmikannya jalur kereta api Batavia-Bandung pada 17 Mei 1884, mempermudah lalu lintas orang dari dan ke Bandung. Wacana pemindahan ibu kota negara ke Bandung yang bikin heboh pada 1920-an, tak pelak meningkatkan daya magnetis Bandung. Tempat yang dua abad sebelumnya berisi 25-30 rumah itu, mulai disesaki pendatang. Sebagai catatan, pada 1901, penduduk Bandoeng baheula hanya 28.963 orang. Pada 1906, jumlah penduduk Bandung sudah 38.400 jiwa. Kemudian naik jadi 1.203.287 jiwa pada 1930. Menurut Edi S. Ekadjati (Kebudayaan Sunda, Suatu Pendekatan Sejarah), bersama Jakarta, Jatinegara, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Indramayu, Bandung jadi tujuan urbanisasi. Mungkin sejak itu, semakin terasa Bandung jadi heurin ku tangtung.

———
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Bandoeng Baheula: Dari 25 Keluarga Jadi 1.203.287 Jiwa, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2018/10/23/39551/bandoeng-baheula-dari-25-keluarga-jadi-1203287-jiwa

http://ayobandung.com/read/2018/10/23/39551/bandoeng-baheula-dari-25-keluarga-jadi-1203287-jiwaPenulis: Rahim Asyik
Editor : Dadi Haryadi

Stadion GBLA yang kontroversi

Penuh kontroversi
Dari awal soft opening yang stadionnya belum kelar, sudah diresmikan, karena masa kepemimpinan Walkot waktu itu sudah mau berakhir, tapi pengerjaan stadion masih belum selesai sesuai agenda. Mungkin alasannya biar diresmikan & ditandatangani oleh pak Walikota saat itu.

Saat peresmian itu, ada banyak pertanyaan, bukannya atap stadion ini menutupi semua tribun, tapi yang duduk di area depan masih terkena air hujan? Kebetulan saat peresmian itu cuaca sedang gerimis.

Pemilihan nama untuk stadion ini pernah disayembarakan. Selain GBLA, ada usulan langsung dari pak walikota saat itu, yaitu nama Gelora Rosada, alasannya nama Rosada termasuk kedalam Asmaul Husna, katanya.

Saya sendiri pernah mencoba mengajukan nama Gelora Moch. Toha, alasannya nama Moch. Toha tidak begitu dikenal, jika seseorang mencari tau siapa itu beliau, maka dengan sendirinya akan berkaitan dengan peristiwa Bandung Lautan Api.

Stadion yang dibangun dengan uang rakyat seharga 500 M lebih ini ternyata disusupi program korupsi.

Persib sempat dibolehkan memakai, kemudian dilarang karena adanya retakan dibeberapa sudut bangunan katanya. Kalau pembangunan yang dibarengi korup itu memang seperti itu bisanya. Teringat salah satu stadion di Jawa Barat yang diduga ada keterkaitan korupsi, stadion itu ambruk. Karena yang bajanya harus yang bagus dan mahal, ini dipangkas menjadi baja yang kualitasnya dibawah standar. Contohnya seperti itu.

Hancurnya rumput stadion sesudah perhelatan PON Jabar. Karena saat itu, semua area lapangan ditutupi alas untuk mementaskan pertunjukan pembukaan PON. Kalau tidak salah, hal itu dibiarkan hingga penutupan acara, Sehingga rumput menjadi menguning.

Menjadi saksi adanya korban jiwa ketika suporter nekad dari Jak Mania ketahuan menyelinap ke stadion.

Harapannya, semoga stadion ini menjadi berkah dan bisa digunakan lagi untuk peruntukannya. Tidak mubazir, bisa dirawat dengan baik dan bisa mengangkat perekonomian warga setempat.

sumberhttps://www.instagram.com/p/B7UqgXglxy8/ @indrajaya23

Bandung dengan Liga amatir rasa profesionalnnya

/cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2019/02/sudah-jauh-jauh-masak-harus-beli-tiket_c_282545.jpg

Bandung dan Persib adalah dua hal yang musykil untuk dipisahkan. Keduanya telah melebur menjadi satu. Identik.

Namun, perlahan kini Bandung memiliki identitas lain dalam tataran sepak bola. Ia adalah Bandung Premier League (BPL). Ya, dalam beberapa pekan belakangan ini, perhatian pecinta sepak bola nasional tiba-tiba teralihkan ke Kota Kembang. BPL yang merupakan kompetisi level komunitas, sukses mencuat ke permukaan melalui terobosannya lewat penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Tak berlebihan menilai BPL nekat menggunakan VAR. Karena teknologi termutakhir besutan FIFA itu malah masih sebatas angan-angan bagi PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1. Meski demikian, penggunaan VAR untuk kali pertama di Tanah Air tak lahir begitu saja. Ada proses panjang di belakangnya. Dari situ pula diketahui bahwa, meski berstatus sebagai liga amatir, BPL dikelola dengan profesional.

sumberhttps://kumparan.com/kumparanbola/menilik-bandung-premier-league-menyelami-gairah-sepak-bola-arus-bawah-1549248945279348069

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai